Beranda Berita Hianati Partai Koalisi, Sahrul : Rajiun Menjemput Karma Politik

Hianati Partai Koalisi, Sahrul : Rajiun Menjemput Karma Politik

1774
0
|
BERBAGI

Bupati Muna Barat, Laode Muhammad Rajiun Tumada mulai menjajaki partai politik setelah menyatakan siap bertarung di Muna pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 mendatang. Bupati yang baru menjabat kurang lebih 2 tahun tersebut tampak duduk bersama Ketua Partai Hanura Sulawesi Tenggara (Sultra), Waode Nurhayati, Ketua Hanura Kabupaten Muna, La Saemuna dan Kerua PDI Perjuangan Sultra, Abu Hasan.

Ketua jaringan kemandirian nasional (Jaman) Sultra, Sahrul menilai bahwa Rajiun akan kesulitan meyakinkan ketua-ketua partai untuk mengusung dirinya pada pilkada Muna nanti. Alasannya cukup jelas, Rajiun memutuskan mundur dari Ketua PAN Muna Barat dan memerintahkan seluruh pengurusnya hijrah ke salah satu partai.

“Inikan menghianati partai. Pada saat itu pak Rajiun dan pengurusnya membakar bendera PAN. Padahal PAN dan partai koalisinya yang mengantarkan beliau menduduki kursi Bupati Muna Barat,” kata Sahrul, yang juga fungsionaris Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muna Barat, kepada wartawan, Sabtu, 24 Agustus 2019 di Raha.

Selain menghianati PAN, Sahrul mengungkapkan,  Rajiun juga mengingkari komitmennya terhadap partai koalisi saat bertarung di Pilkada Muna Barat 2017 lalu. Mantan Kasatpol PP Sultra tersebut berjanji akan membesarkan serta memberi ruang kepada partai koalisi dalam menghadapi pemilu 2019 baru-baru ini. Namun faktanya, kata Sahrul, justru mematikan partai koalisi dengan cara melancarkan intimidasi terhadap seluruh pemerintah desa beserta perangkatnya.

“Fakta lainnya Jokowi kalah di Muna Barat,” ujar mantan aktifis Makassar ini.

Kata Sahrul, Rajiun ini lupa jika dirinya sukses menjadi Bupati Muna Barat berkat kerja keras partai koalisi. Saat itu, mantan Ketua PAN Muna Barat tersebut mendapat perlawanan sengit dari rivalnya Laode Muhammad Ihsan Taufik Ridwan yang berpasangan dengan La Nika. Sang rival yang di usung oleh Partai Golkar meraih 17.823 suara, sementara Rajiun yang berpasangan dengan Achmad Lamani di usung oleh Partai PAN, PKS, PDIP, Demokrat, Gerindra, Nasdem, PBB, PPP, dan PKB meraih suara 21.121 suara.

“Fakta ini mestinya menjadi perhatian serius bagi ketua-ketua partai baik yang ada di DPP maupu  daerah. Ibaratnya saat ini Rajiun sedang menjemput karma politik. Saatnya partai menghukumnya dengan tidak memberi ruang sedikit pun,” tegas mantan jurnalis Tempo ini.

Sebelumnya Ketua Partai Hanura, Waode Nurhayati dalam akun facebooknya menuliskan, Politik itu dinamis, selalu koma Tidak pernah titik. Hal-hal besar bisa dikalahkan oleh hal-hal kecil. “Saya percaya senantiasa bahwa politik yang sehat Endingnya selalu kualitas personal Bukan kepentingan jangka pendek apalagi praghmatis.” Refleksi Ketua DPP Hanura Sulawesi Tenggara.

Menurut Sahrul, yang tersirat dalam pernyataan Ketua Hanura Sultra tersebut bahwa semua partai politik memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk bersama-sama memikirkan persoalan rakyat di republik ini. Caranya, lanjut dia, tentu saja melalui peran-peran strategis kader yang ada di lembaga perwakilan rakyat. Dengan begitu tatanan pengelolaan pemerintahan jauh lebih dinamis khsusnya di lembaga legislatif. “Tapi di Muna Barat, Pak Rajiun menutup semua ruang partai-partai koalisinya saat mencalonkan diri sebagai Bupati Muna Barat. Sepertinya beliau ini tak paham teori demokrasi dan terkesan otoriter,” ujar Sahrul.

Panglima BSB tersebut lupa bahwa masih ada agenda-agenda politik berikutnya yang membutuhkan sokongan partai politik. Sahrul mencotohkan, menjelang pelaksanaan tahapan pilkada Muna, Rajiun mulai membangun komunikasi politik dengan menjajaki ketua-ketua partai yang tak di beri ruang pada pemilu baru-baru ini. Sementara partai politik dalam mengusung calon membutuhkan komitmen yang salah satunya calon tersebut bersedia membesarkan partai. “Saya yakin tak ada satupun partai koalisi di luar Nasdem memberikan rekomendasi ke Rajiun, saya tidak tau kalau Pak Rajiun menggunakan instrumen lain ya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here