Beranda Berita Arul Ode A R F: Sahabat ARF Minta Ali Mazi-Lukman Kompak Kelola...

Arul Ode A R F: Sahabat ARF Minta Ali Mazi-Lukman Kompak Kelola Pemerintahan

736
0
|
BERBAGI

Kolakaku.com – Kurang lebih satu tahun Ali Mazi – Lukman Abunawas di lantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, belum menunjukan kualitas pengelolaan pemerintahan yang baik. Pasangan ini lebih disibukkan dengan urusan keretakan hubungan daripada mengurus kepentingan rakyat. “Daerah ini tidak bisa di urus sesuka hati, mestinya antara gubernur dan wakilnya memaksimalkan koordinasi secara proporsional dalam mengelola pemerintahan,” kata Sahrul, Juru bicara Sahabat Abdul Rahman Farisi (ARF) dalam rilis yang di kirimkan ke media ini.

Dugaan keretakan hubungan Gubernur Ali Mazi dan Wakilnya Lukman Abunawas berawal saat pelantikan 42 pejabat esalon III dan esalon IV, Senin (7/1) lalu. Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas kecewa karena tidak diundang. Kekecewaan mantan Sekda Pemerintah provinsi Sultra ini berlanjut pada pelantikan pelaksana tugas Sekda Sultra baru-baru ini. Menurut Sahrul, Ali Mazi-Lukman Abunawas adalah pilihan rakyat secara paket. Mestinya mereka berkoordinasi dalam mengelola pemerintahan. “Memang mutasi itu hak proegatif gubernur, tapi alangkah eloknya jika wakilnya turut diberitahukan juga biar pasangan ini tetap sejuk hubungannya,” ujar mantan aktivis Makassar ini.

Ketua Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Sultra ini menambahkan, mereka tidak elok mempertontokan urusan yang tidak substantif terhadap rakyat. Sahrul khawatir jangan sampai antara gubernur dan wakilnya selama memimpin Sultra hingga 4 tahun ke depan waktunya habis hanya untuk mengurusi kemesraan mereka yang terus kendor. Sementara daerah ini butuh terobosan baru serta realisasi janji politik saat mereka menjadi calon gubernur. “Masih banyak persoalan rakyat yang lebih penting untuk di urusi oleh gubernur dan wakil gubernur, sudahlah ribut-ribut soal keretakan hubungan karena rakyat tak butuh itu,” katanya menegaskan.

Sahrul berharap agar Gubernur Sultra Ali Mazi dalam mengangkat pejabatnya sesuai dengan mekanisme perundang-undangan. Dia tidak ingin gubernur dua periode ini bernasib sama dengan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah yang tengah menjalani pasus angket DPRD untuk di Makzulkan. Sang profesor di sidang atas dugaan pengangkatan dan pemberhentian pejabat yang diduga melanggar undang-undang. Selain itu, mantan Bupati Bantaeng itu juga di duga mengangkat keluarganya sebagai pejabat dan adanya dugaan makelar proyek di tubuh pemprov yang menyeret orang-orang dekat gubernur.

“Jika antara Ali Mazi dan Lukman tidak kompak mengelola pemerintahan, tidak menutup kemungkinan pansus hak angket DPRD Sultra bakal terjadi. Alasannya, sebelumnya ada seorang guru di lantik jadi kepala bidang dan jika keretakan terus bergulir saya yakin akan banyak dugaan pelanggaran lain yang terkuak,” kata mantan jurnalis Tempo ini.
Secara kewenangan politik tentu Berbeda takaranya anatara Gubernur dan Wakil Gubernur, bila ini menjadi prinsip komunikasi politik maka tentu keduanya akan mudah menemukan formulasi pengaturan dalam memimpin Sultra. “Kami percaya Kedua Tokoh ini akan mudah menemukan titik temu demi kemajuan Rakyat Sultra,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here