Beranda Opini #21TahunReformasi – Kegalauan Pemuda Koltim

#21TahunReformasi – Kegalauan Pemuda Koltim

1252
0
|
BERBAGI

Enam tahun sudah, masyarakat Kolaka Timur merasakan Daerah Otonomi Baru (DOB). Melalui undang-undang nomor 8 Tahun 2013 tentang pembentukan kabupaten Kolaka Timur, masyarakat telah menempuh perjuangan panjang dan berliku sampai ditetapkannya secara resmi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Keberhasilan memekarkan daerah tidak terlepas dari kontribusi tim pemekaran dibawa pimpinan H. Nakean Beddu. Selain itu, tentu ada peran anak muda didalamnya. Karena tidak ada perubahan besar yang terjadi dalam suatu negara atau daerah tanpa melibatkan peran pemuda. Posisi pemuda sebagai kelas menengah (middle class) yang mampu berkomunikasi ke kalangan “elite” dan grass root (rakyat) merupakan bagian penting dalam perjalanan Kolaka Timur menjadi DOB.

Pertanyaannya kemudian adalah dimana para pemuda hebat tersebut? yang telah mengantarkan masyarakat Kolaka Timur hingga dapat menikmati manfaat pemekaran. Karena hakikatnya tujuan pemekaran adalah bringing the state closer to the people (membawa pelayanan negara lebih dekat kepada masyarakat). Mungkinkah para pemuda dilupakan oleh pemerintah daerah? jawabanya, bisa jadi iya, bisa jadi tidak. Karena secara kasat mata tim pemekaran hampir terlupakan, bahkan jasa-jasanya jarang lagi disampaikan kepada publik.

Tidak bisa dipungkiri atau suka tidak suka, bahwa pemuda adalah pemegang tongkat estasfet kepemimpinan bangsa. karena setiap masa ada pemimpinnya dan setiap pemimpin ada masanya. Pemuda (agen of change, agen of control and agen of analysis)  seyogyanya diberi ruang dan kesempatan oleh pemerintah daerah untuk berakselerasi dan memberikan sumbangsih pemikiran untuk daerah tercinta (KOLAKA TIMUR). Namun, pada kenyataannya selama ini pemerintah daerah kurang mensupport kegiatan-kegiatan pemuda-mahasiswa.

Padahal, telah terbukti bahwa pemuda-mahasiswa Kolaka Timur sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa. Sebut saja: (1) yang terpilih sebagai Delegasi Indonesia dalam program PPAN (Pertukaran Pemuda Antara Negara) di Korea Selatan tahun 2018 adalah pemudi Kabupaten Kolaka Timur; (2) juga, pemuda asal Kec. Dangia lolos dalam program AYIMUN (Asia Youth International Model United Nation) di Thailand merupakan program simulasi sidang PBB dalam melatih Kepemimpinan, Negosiasi, Diplomasi dan Jaringan Internasional, dan masih banyak lagi. Namun sedihnya, ini tidak mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Harapanya, ketika kaum muda dengan semangat kemajuan dan kebaruan yang hadir untuk “berbuat” dan berkontribusi untuk daerahnya, paling tidak diberikan ruang dan  kesempatan. Semoga tulisan singkat ini dapat menggugah pemikiran pemerintah daerah.

Muhammad Lutfi

Generasi Kreatif Kolaka Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here